Senin, 19 Januari 2009
Kamis, 15 Januari 2009
Sabtu, 27 Desember 2008
Kajian di Sendowo, Kompleks UGM


Hidup bermodalkan intelektualitas semata tidaklah cukup bagi seorang mahasiswa atau veteran (alumni, red). Untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup, yaitu kebahagiaan di dalam hati, perlu siraman-siraman ilmu yang akan menentramkan jiwanya. Hidup yang dikelilingi oleh limpahan harta tidak akan mampu memberikan kebahagiaan yang abadi, namun mempunyai titik klimaks tertentu yang jika seseorang telah merasa hampa hidupnya di tengah-tengah dunianya, maka barulah ia kelimpungan mencari kebahagiaan yang selama hidupnya hilang, yaitu haus akan siraman-siraman ilmu yang akan mendekatkan dirinya kepada sang Pencipta.
Kebutuhan seseorang akan ilmu adalah melebihi dari kebutuhannya terhadap makan dan minum, karena manusia membutuhkan ilmu (agama) adalah pada setiap desah nafasnya.
Dengan adanya kesempatan untuk menuntut ilmu melalui kajian-kajian yang diadakan oleh penyelenggara kajian bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah dengan pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, yang salah satunya adalah Kajian di Sendowo, maka hadirilah dan ikuti kajian-kajian yang diadakan tersebut agar senantiasa setiap apa yang kita lakukan adalah amalan yang terbimbing di atas kebenaran (haq).
Jadwal dapat dilihat pada pamflet dengan meng-copy image tersebut. Atau jika file kurang besar bisa meng-copy file di halaman bawah blog ini.
Logo Pos Indonesia versi wildantdesign
Sabtu, 06 Desember 2008
Lomba Desain Logo PT Pos Indonesia (Persero)

KETENTUAN DAN PERATURAN LOMBA DESAIN LOGO PT POS INDONESIA
Persyaratan Peserta
• Terbuka untuk umum, WNI, perorangan maupun kelompok, kecuali panitia, dewan juri dan keluarganya.
• Tidak dipungut biaya pendaftaran
• Peserta melampirkan identitas diri (fotokopi KTP)
• Peserta wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan keaslian ide (bisa didownload di www.posindonesia.co.id)
Kriteria Logo
• Logo berupa logogram dan logotype (gabungan keduanya)
• Logo adalah karya asli, bukan jiplakan atau contekan
• Logo harus mencantumkan text POS INDONESIA
• Logo harus dapat mengkomunikasikan misi dari PT POS INDONESIA
• Penampilan logo sederhana, mudah diingat & diterapkan pada berbagai kemungkinan teknik dan media, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi
• Logo belum pernah dipublikasikan / disayembarakan
• Semua karya yang dikirimkan menjadi milik panitia
• Dewan Juri dan PT POS INDONESIA berhak melakukan perubahan desain bila diperlukan dan pemenang wajib melakukan revisi perubahan
Jadwal Penerimaan dan Penjurian
• Batas akhir penerimaan logo adalah tanggal 10 Desember 2008
• Penjurian Tahap 1 dilakukan tanggal 15 - 17 Desember 2008
• Penjurian Tahap 2 dilakukan tanggal 19 - 20 Desember 2008
• Panitia & Dewan juri tidak melayani surat menyurat pada lomba ini.
• Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
• Semua karya menjadi hak milik PT POS INDONESIA
Dewan Juri
1. Dr. I Ketut Mardjana (Wakil Dirut PT Pos Indonesia)
2. Narga Habib (Brand Consultant/Praktisi Periklanan)
3. Hakim Lubis (Creative Director/Praktisi Periklanan)
4. Drs. Indarsjah Tirtawidjaja (Dosen & Anggota Kelompok Keahlian KOMUNIKASI VISUAL dan MULTIMEDIA (KVMM) FSRD ITB, Dekan Fakultas Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama)
5. Dr. Priyanto Sunarto (Pengajar DKV ITB)
Penentuan Penilaian
• Orisinalitas karya
• Relevansi logo dengan misi PT POS INDONESIA
• Unsur estetika
• Pengaplikasian logo pada berbagai media
Hadiah
• Satu (1) pemenang Utama berhak mendapat hadiah berupa: 1 (satu) unit Grand Livina + Piagam Penghargaan
• Empat (4) pemenang Hiburan berhak mendapat hadiah masing - masing berupa: 1 (satu) unit macbook + Piagam Penghargaan
• Pajak, transportasi dan akomodasi ditanggung pemenang.
Ketentuan Teknis
• Peserta dapat mengirimkan maksimal 2 alternatif logo
• Logo harus memiliki warna korporat PT. POS INDONESIA
• Identitas peserta (Nama, Alamat, Pekerjaan, No telpon) ditempel di kanan bawah belakang karya.
• Konsep diketik di kertas A3, 1,5 spasi dan ditempel di bagian belakang desain logo utuh.
• Menyertakan CD file desain logo dalam format CMYK:
- Folder Logo Asli: Corel Draw/Freehand/Illustrator
- Folder Presentasi: JPEG 300 dpi (high quality)
- Folder Konsep Logo: Ms Word
• Lampirkan surat pernyataan yang berisi keterangan orisinalitas logo yang ditandatangani di atas meterai Rp.6000,-
• Semua dokumen dimasukkan ke amplop coklat tertutup tidak boleh dilipat, dikirimkan ke:
Panitia Sayembara Logo PT POS INDONESIA
PO BOX: LOMBA DESAIN LOGO BANDUNG 40000
• Untuk keterangan lebih lanjut, peserta dapat mendownload informasi di sini: peraturandanlampiranlombalogoptposindonesiax1.
Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada surat kabar Kompas, 27 Desember 2008 dan www.posindonesia.co.id
Senin, 27 Oktober 2008
Seri Pengembangan Diri
Menggapai Misi Hidup Mahasiswa
Menjadi mahasiswa bukan berarti menjadi manusia bertahtakan kebebasan sebagaimana yang sering didengungkan ketika seorang murid SMA hendak menapaki dunia kampus. Dunia kampus bukanlah dunia kebebasan seorang manusia dimana ia bebas memilih dunia masa depannya. Memang benar jika dikatakan bahwa hidup ini adalah pilihan. Memilih apakah setelah menjadi mahasiswa seseorang itu hendak menjadi baik atau buruk, intelek atau awam, agamis atau hedonis, creator atau follower, inventor atau destroyer, pengejar cita-cita atau pengkhayal, dan berbagai macam pilihan hidup lainnya. Tentunya pilihan-pilihan tersebut jika dilihat dengan kacamata nurani manusia yang masih bersih pada dasarnya bukanlah pilihan. Namun, seorang manusia yang ingin sukses kehidupan dunia dan akhiratnya wajib memilih pilihan pertama diantara pilihan-pilihan di atas. Saya adalah manusia yang baik, intelek, agamis, creator, inventor, pengejar cita-cita, dan pilihan-pilihan lain yang membangun diri dan karakter kita sebagai manusia produktif.
Yang perlu dicatat sebelum melanjutkan membaca artikel ini, bahwasannya artikel ini bukanlah semata-mata hendak ditujukan bagi murid SMA yang akan menapaki dunia kampus, atau mahasiswa yang baru saja mencium aroma dunia kampus, tetapi artikel ini ditujukan bagi siapa saja yang tertarik dengan pencapaian karakter diri seorang mahasiswa yang sukses. Termasuk mahasiswa tengah semester, semester akhir, atau yang telah bergelar mantan mahasiswa.
Seorang yang ingin sukses dan berprestasi dalam menggapai kehidupan, baik dunia maupun akhirat, harus mempunyai misi hidup yang dibimbing oleh dinul haq. Misi hidup merupakan awal dan buah dari fantasi dan mimpi besar yang disebut visi. Misi merupakan penerjemahan visi, fantasi, dan mimpi besar kita. Visi adalah perasaan bahwa kita ditantang oleh dunia untuk membuat jejak langkah kita di sana, melalui kekuatan ide, kepribadian, sumber diri dan keinginan kita. Visi adalah perasaan yang komprehensif tentang posisi, arah, dan cara hidup untuk meraih tujuan, dan apa yang akan kita lakukan ketika tujuan kita raih.
Dalam buku motivasi “10 Kebiasaan Muslim yang Sukses” karya Dr. Ibrahim bin Hamd Al-Qu’ayyid disebutkan bahwa menuliskan misi hidup adalah dengan berorientasi dan bertolak belakang pada tiga hal, yaitu kualitas iman, kualitas kerja (keahlian, produktifitas, dan profesionalisme), serta kualitas hubungan positif dengan orang lain.
Iman menjadi perhatian pertama yang mau tidak mau harus dipegang sebagai prinsip. Iman yang di dalamnya mencakup tauhid kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala harus menjadi barometer langkah kita ke depan. Bagaimana tidak, setiap visi dan misi yang kita hujamkan di dalam benak kita tidak diperkenankan menabrak sendi-sendi tauhid. Tidak diperkenankan melanggar syari’at meskipun sebesar debu yang kecil dinilai oleh mata manusia. Misal saja, seseorang mempunyai visi menjadi entrepreneur/wirausahawan muslim berkelas dunia. Namun dalam pencapaian misinya, karena meninggalkan ilmu (dien) dan sibuk dengan urusan dunianya (visi hidupnya), akhirnya ia lalai dalam menjalankan misinya dengan menempuh jalur-jalur keuangan ribawi dengan alasan kemudahan transakasi. Dalam hal ini, berarti ia tidak konsisten dalam menjalankan misinya guna meningkatkan kualitas iman kita kepada sang Khaliq.
Tidak diragukan lagi, berarti iman merupakan penunjuk grafik yang sensitif dalam hidup kita. Kadang-kadang grafiknya naik disebabkan oleh ilmu dan ibadah, tetapi di saat lain turun disebabkan oleh kelalaian dan sikap meremehkan. Inti barometer semangat tidaknya seseorang dalam mencapai puncak prestasi adalah penunjuk grafik tersebut yang dipacu untuk terus bergerak naik, kemudian mencari metode serta cara guna menjaga gerakan konstan grafik tersebut agar terus naik dari bawah ke atas.
Adapun kualitas kerja, yang erat kaitannya dengan sektor pekerjaan atau keahlian adalah mencakup pekerjaan atau tugas yang kita kerjakan untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain. Tingkat produktifitas dalam bekerja menjadi penunjuk grafik yang kedua dalam kebiasaan mencapai misi hidup sebagai upaya mencapai puncak prestasi.
Orang yang tidak berubah dan tetap berada pada tingkat standar (rendah)nya dalam bekerja, atau dalam produktifitas, atau dalam tugas-tugasnya, dan tidak mau berusaha mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirinya maka dia akan tetap berada pada posisi tertentu, atau tugas tertentu, atau penghasilan tertentu yang tidak mungkin berkembang. Adapun orang yang cekatan dan memiliki mobilitas tinggi, yang menekuni pekerjaannya untuk merealisasikan hasil kerja terbaik, maka dia akan terus belajar, selalu menjaga profesionalisme, terus mencari peluang untuk meningkatkan produktifitasnya.
Hubungan sosial adalah persoalan penting dalam hidup manusia. Bahkan tidak bisa digambarkan wajah kehidupan ini tanpa adanya hubungan sosial yang terus menerus dengan sesama. Di rumah, kampus, kos-kosan, masyarakat secara umum kehidupan kita tidak lain adalah sekumpulan hubungan sosial, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Ketika hubungan sosial itu positif, fungsional, dan harmonis maka hidup kita menjadi lebih banyak memberi, produktif, dan penuh kerelaan.
Jadi, tiga hal di atas harus saling berkait tanpa meninggalkan satu diantara yang lainnya. Namun yang perlu diingat, visi dan misi hidup tidak cukup hanya diingat didalam benak kita. Ia harus dituangkan dalam tulisan dan digoreskan dengan pena, sehingga menghujam dan senantiasa teringat dalam benak kita. Dengan itu, semangat dalam menjalankan misi guna mewujudkan visi yang kita targetkan akan benar-benar terarah dan tidak terlupakan ketika kita disibukkan dengan urusan-urusan kehidupan yang lain.
Contoh misi hidup dari seseorang mahasiswa yang mempunyai visi menjadi Cendekiawan Muslim yang tangguh:
1.Ikhlas beribadah kepada Allah Ta’ala dan ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam) dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya.
2.Menuntut ilmu dien dengan istiqomah di samping menuntut ilmu dunia (kuliah), dengan mempelajari kitab para ulama salafush shalih, kemudian beramal dengannya.
3.Menguasai Bahasa Arab sebagai bekal memahami dinul Islam.
4.Memenej waktu untuk tekun dalam kuliah dan menjaga kontinyuitasnya.
5.Berorganisasi dan bersosial dengan masyarakat kampus dan tempat tinggal (kos).
6.Mencari informasi dunia kerja sejak dini guna memacu semangat berprestasi dalam belajar.
7.Melatih diri berwirausaha secara sederhana guna menempa kepribadian yang tangguh.
8.Berakhlak yang baik kepada orang lain dengan sesuatu yang saya senang ketika mereka memperlakukan saya.
Tidak mudah memang menjalankan misi untuk menjadi seorang yang sukses dunia akhirat. Semuanya membutuhkan pengorbanan dan kekuatan yang utuh, bukan dengan sekedar mengkhayal tanpa action. Sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya ujian. Jadi usaha yang keras dan sungguh-sungguh insya Allah akan membuahkan hasil yang menakjubkan pula. Sesungguhnya manusia hanyalah hamba yang mampu merencanakan, adapun hasilnya kita serahkan kepada Allah Ta’ala.
Apakah sekarang sudah siap beraksi dengan visi misimu? Segera ambil pena dan tuliskan visi misimu saat ini juga jika belum mempunyai. Atau bagi yang ingin memperbaharui visi misi yang telah ada, jangan tunda sampai besok! Jangan lupa untuk menempelkannya di dinding kamarmu atau simpan di dalam dompetmu agar senantiasa teringat ketika membacanya.
(Abu Hammam Wildan Salim. Sumber utama: Buku “10 Kebiasaan Muslim yang Sukses” karya Dr. Ibrahim bin Hamd Al-Qu’ayyid, Penerbit ELBA, dengan beberapa penambahan. Tulisan ini terkhusus saya tujukan untuk saudaraku yang senantiasa semangat menuntut ilmu dien dalam kesibukan kuliahnya. Dan saya berdoa, semoga ia dapat menempuh kuliah di Madinah bersama para ulama.)
Menjadi mahasiswa bukan berarti menjadi manusia bertahtakan kebebasan sebagaimana yang sering didengungkan ketika seorang murid SMA hendak menapaki dunia kampus. Dunia kampus bukanlah dunia kebebasan seorang manusia dimana ia bebas memilih dunia masa depannya. Memang benar jika dikatakan bahwa hidup ini adalah pilihan. Memilih apakah setelah menjadi mahasiswa seseorang itu hendak menjadi baik atau buruk, intelek atau awam, agamis atau hedonis, creator atau follower, inventor atau destroyer, pengejar cita-cita atau pengkhayal, dan berbagai macam pilihan hidup lainnya. Tentunya pilihan-pilihan tersebut jika dilihat dengan kacamata nurani manusia yang masih bersih pada dasarnya bukanlah pilihan. Namun, seorang manusia yang ingin sukses kehidupan dunia dan akhiratnya wajib memilih pilihan pertama diantara pilihan-pilihan di atas. Saya adalah manusia yang baik, intelek, agamis, creator, inventor, pengejar cita-cita, dan pilihan-pilihan lain yang membangun diri dan karakter kita sebagai manusia produktif.
Yang perlu dicatat sebelum melanjutkan membaca artikel ini, bahwasannya artikel ini bukanlah semata-mata hendak ditujukan bagi murid SMA yang akan menapaki dunia kampus, atau mahasiswa yang baru saja mencium aroma dunia kampus, tetapi artikel ini ditujukan bagi siapa saja yang tertarik dengan pencapaian karakter diri seorang mahasiswa yang sukses. Termasuk mahasiswa tengah semester, semester akhir, atau yang telah bergelar mantan mahasiswa.
Seorang yang ingin sukses dan berprestasi dalam menggapai kehidupan, baik dunia maupun akhirat, harus mempunyai misi hidup yang dibimbing oleh dinul haq. Misi hidup merupakan awal dan buah dari fantasi dan mimpi besar yang disebut visi. Misi merupakan penerjemahan visi, fantasi, dan mimpi besar kita. Visi adalah perasaan bahwa kita ditantang oleh dunia untuk membuat jejak langkah kita di sana, melalui kekuatan ide, kepribadian, sumber diri dan keinginan kita. Visi adalah perasaan yang komprehensif tentang posisi, arah, dan cara hidup untuk meraih tujuan, dan apa yang akan kita lakukan ketika tujuan kita raih.
Dalam buku motivasi “10 Kebiasaan Muslim yang Sukses” karya Dr. Ibrahim bin Hamd Al-Qu’ayyid disebutkan bahwa menuliskan misi hidup adalah dengan berorientasi dan bertolak belakang pada tiga hal, yaitu kualitas iman, kualitas kerja (keahlian, produktifitas, dan profesionalisme), serta kualitas hubungan positif dengan orang lain.
Iman menjadi perhatian pertama yang mau tidak mau harus dipegang sebagai prinsip. Iman yang di dalamnya mencakup tauhid kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala harus menjadi barometer langkah kita ke depan. Bagaimana tidak, setiap visi dan misi yang kita hujamkan di dalam benak kita tidak diperkenankan menabrak sendi-sendi tauhid. Tidak diperkenankan melanggar syari’at meskipun sebesar debu yang kecil dinilai oleh mata manusia. Misal saja, seseorang mempunyai visi menjadi entrepreneur/wirausahawan muslim berkelas dunia. Namun dalam pencapaian misinya, karena meninggalkan ilmu (dien) dan sibuk dengan urusan dunianya (visi hidupnya), akhirnya ia lalai dalam menjalankan misinya dengan menempuh jalur-jalur keuangan ribawi dengan alasan kemudahan transakasi. Dalam hal ini, berarti ia tidak konsisten dalam menjalankan misinya guna meningkatkan kualitas iman kita kepada sang Khaliq.
Tidak diragukan lagi, berarti iman merupakan penunjuk grafik yang sensitif dalam hidup kita. Kadang-kadang grafiknya naik disebabkan oleh ilmu dan ibadah, tetapi di saat lain turun disebabkan oleh kelalaian dan sikap meremehkan. Inti barometer semangat tidaknya seseorang dalam mencapai puncak prestasi adalah penunjuk grafik tersebut yang dipacu untuk terus bergerak naik, kemudian mencari metode serta cara guna menjaga gerakan konstan grafik tersebut agar terus naik dari bawah ke atas.
Adapun kualitas kerja, yang erat kaitannya dengan sektor pekerjaan atau keahlian adalah mencakup pekerjaan atau tugas yang kita kerjakan untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain. Tingkat produktifitas dalam bekerja menjadi penunjuk grafik yang kedua dalam kebiasaan mencapai misi hidup sebagai upaya mencapai puncak prestasi.
Orang yang tidak berubah dan tetap berada pada tingkat standar (rendah)nya dalam bekerja, atau dalam produktifitas, atau dalam tugas-tugasnya, dan tidak mau berusaha mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirinya maka dia akan tetap berada pada posisi tertentu, atau tugas tertentu, atau penghasilan tertentu yang tidak mungkin berkembang. Adapun orang yang cekatan dan memiliki mobilitas tinggi, yang menekuni pekerjaannya untuk merealisasikan hasil kerja terbaik, maka dia akan terus belajar, selalu menjaga profesionalisme, terus mencari peluang untuk meningkatkan produktifitasnya.
Hubungan sosial adalah persoalan penting dalam hidup manusia. Bahkan tidak bisa digambarkan wajah kehidupan ini tanpa adanya hubungan sosial yang terus menerus dengan sesama. Di rumah, kampus, kos-kosan, masyarakat secara umum kehidupan kita tidak lain adalah sekumpulan hubungan sosial, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Ketika hubungan sosial itu positif, fungsional, dan harmonis maka hidup kita menjadi lebih banyak memberi, produktif, dan penuh kerelaan.
Jadi, tiga hal di atas harus saling berkait tanpa meninggalkan satu diantara yang lainnya. Namun yang perlu diingat, visi dan misi hidup tidak cukup hanya diingat didalam benak kita. Ia harus dituangkan dalam tulisan dan digoreskan dengan pena, sehingga menghujam dan senantiasa teringat dalam benak kita. Dengan itu, semangat dalam menjalankan misi guna mewujudkan visi yang kita targetkan akan benar-benar terarah dan tidak terlupakan ketika kita disibukkan dengan urusan-urusan kehidupan yang lain.
Contoh misi hidup dari seseorang mahasiswa yang mempunyai visi menjadi Cendekiawan Muslim yang tangguh:
1.Ikhlas beribadah kepada Allah Ta’ala dan ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam) dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya.
2.Menuntut ilmu dien dengan istiqomah di samping menuntut ilmu dunia (kuliah), dengan mempelajari kitab para ulama salafush shalih, kemudian beramal dengannya.
3.Menguasai Bahasa Arab sebagai bekal memahami dinul Islam.
4.Memenej waktu untuk tekun dalam kuliah dan menjaga kontinyuitasnya.
5.Berorganisasi dan bersosial dengan masyarakat kampus dan tempat tinggal (kos).
6.Mencari informasi dunia kerja sejak dini guna memacu semangat berprestasi dalam belajar.
7.Melatih diri berwirausaha secara sederhana guna menempa kepribadian yang tangguh.
8.Berakhlak yang baik kepada orang lain dengan sesuatu yang saya senang ketika mereka memperlakukan saya.
Tidak mudah memang menjalankan misi untuk menjadi seorang yang sukses dunia akhirat. Semuanya membutuhkan pengorbanan dan kekuatan yang utuh, bukan dengan sekedar mengkhayal tanpa action. Sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya ujian. Jadi usaha yang keras dan sungguh-sungguh insya Allah akan membuahkan hasil yang menakjubkan pula. Sesungguhnya manusia hanyalah hamba yang mampu merencanakan, adapun hasilnya kita serahkan kepada Allah Ta’ala.
Apakah sekarang sudah siap beraksi dengan visi misimu? Segera ambil pena dan tuliskan visi misimu saat ini juga jika belum mempunyai. Atau bagi yang ingin memperbaharui visi misi yang telah ada, jangan tunda sampai besok! Jangan lupa untuk menempelkannya di dinding kamarmu atau simpan di dalam dompetmu agar senantiasa teringat ketika membacanya.
(Abu Hammam Wildan Salim. Sumber utama: Buku “10 Kebiasaan Muslim yang Sukses” karya Dr. Ibrahim bin Hamd Al-Qu’ayyid, Penerbit ELBA, dengan beberapa penambahan. Tulisan ini terkhusus saya tujukan untuk saudaraku yang senantiasa semangat menuntut ilmu dien dalam kesibukan kuliahnya. Dan saya berdoa, semoga ia dapat menempuh kuliah di Madinah bersama para ulama.)
Jumat, 03 Oktober 2008
Idul Fitri
SELAMAT IDUL FITRI 1429 H.
Ramadhan telah berlalu, semoga semangat ibadah di Bulan Ramadhan yang lalu tetap terpatri di bulan-bulan berikutnya. Taqobbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah subhanahu wa ta'ala.
Kalau ada ketupat ayam, jangan makan ketupat doang, ya iyya lah, ya iyya dong, rugi dong, ada makanan enak cuma bengong. :)
Ramadhan telah berlalu, semoga semangat ibadah di Bulan Ramadhan yang lalu tetap terpatri di bulan-bulan berikutnya. Taqobbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah subhanahu wa ta'ala.
Kalau ada ketupat ayam, jangan makan ketupat doang, ya iyya lah, ya iyya dong, rugi dong, ada makanan enak cuma bengong. :)
Langganan:
Postingan (Atom)





